PERANCANGAN GAMBAR KERJA DAN LEMBAR KERJA
Membuat gambar atau lembar kerja merupakan langkah yang termasuk ke dalam perancangan prototipr produk barang/jasa. Gambar kerja yang baik yaitu gambar kerja yang memberikan informasi tentang proses perakitan dan pembuatan suatu komponen yang lengkap dan detail, tetapi harus mudah dimengerti dan dipahami oleh operator produksi
1. Kegiatan Merancang Prototype
Perancangan atau desain adalah kegiatan menciptakan rencana pembuatan suatu objek dan sistem (seperti yang banyak ditemui di cetak biru arsitektur, gambar rekayasa, proses bisnis, diagram sirkuit, dan lain-lain). Desain memiliki pengertian berbeda-beda, tergantung pada bidang ilmunya. Dalam beberapa disiplin ilmu, kegiatan membangun suatu objek secara langsung, seperti desain gratis, juga dianggap sebagai kegiatan perancangan.
Perancangan
dilakukan oleh seorang desainer produk yang diawali dengan konsep, lalu mengevaluasi ide-ide
seolah-olah nyata melalui produk dalam pendekatan yang lebih sistematis.Pada saat melakukan
kegiatan mendesain atau merancang prototipe produk melibatkan berbagai pihak dengan
latar belakang yang berbeda, seperti manajer pemasaran, manajer produksi, dan perancang
atau si desainernya sendiri. Mengapa demikian? Karena, seorang desainer produk harus
meminta data dari bagian pemasaran mengenai hal-hal yang berkaitan dengan keinginan
konsumen. Kemudian, seorang desainer produk membuat gambar kerja yang harus dimengerti
oleh bagian produksi, sehingga dengan gambar kerja tersebut bagian operator produksi dapat
memahami dan membuat prototipe produk barang dan jasa sesuai gambar kerja.
Perancangan memegang peranan penting dalam penciptaan suatu objek. Banyak aspek yang menjadi faktor dalam mempertimbangkan sebuah rancangan, seperti aspek keindahan, fungsi, ekonomis, dan social politik. Oleh karena banyaknya aspek-aspek yang dijadikan pertimbangan, maka kegiatan perancangan biasanya dibarengi dengan kegiatan penelitian, perenungan, pemodelan, dan perancangan kembali.
Untuk membuat perancangan prototipe produk barang dan jasa, seorang
desainer harus memiliki keterampilan yang mumpuni agar produk yang dihasilkan
mampu berkompetisi dengan produk-produk kompetitor. Selain itu, seorang
desainer prototipe produk barang dan jasa harus mampu membuat gambar kerja yang
mudah dimengerti, dan memiliki informasi yang detail, sehingga bisa mempermudah
proses produksi.
Dalam kegiatan membuat rancangan gambar kerja prototipe barang
dan jasa tiga dimensi,maka seorang desainer produk harus menggabungkan seni
estetika, ilmu pengetahuan dan teknologi. Saat ini kegiatan perancangan
tersebut bisa lebih mudah dilakukan, karena berbagai fasilitas perangkat digital dapat membantu.
Inti dari perencanaan desain terletak pada pengembangan konsep. Menurut
Crawford, konsep desain adalah kombinasi antara lisan, tulisan, dan atau bentuk
prototipe yang nantinyabisa dilakukan perbaikan sesuai dengan keinginan
konsumen. Dengan demikian, fungsi perancangan memegang peranan penting dalam
mendefinisikan bentuk fisik produk agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.
Dalam konteks tersebut tugas bagian perancangan mencakup desain engineering (mekanik, elektrik, software dan lain-lain) dan desain industri (estetika, ergonomics, user interface)
Jadi, kita bisa menganggap bahwa perancangan merupakan suatu bentuk abstrak dari benda nyata/fisik. Perancangan adalah kegiatan kreatif yang sarat dengan penemuan.
Terdapat perbedaan pendapat yang berkaitan dengan proses yang dialami oleh perancang dalam membuat suatu perancangan. Kees Dorst dan Judith Dijkhuis yang merupakan perancang menganggap bahwa "terdapat berbagai macam cara dalam mendeskripsikan proses perancangan". Namun, Kees Dorst dan Judith Dijlkus merangkum perbedaan-perbedaan cara tersebut menjadi 2 model, yakni Model Rasional dan Model Aksi-Sentris.
Di bawah ini merupakan penjelasan berbagai jenis model desain yang berkaitan dengan hakikat desain sebagai proses:
a. Model Rasional
Model Rasional adalah model yang dikembangkan oleh Herbert A. Simon. Beliau adalah seorang ilmuwan Amerika. Selain Herbert A. Simon, Model Rasional juga dikembangkan oleh Gerhard Pahl dan Wolfgang Beitz. Mereka adalah dua ahli rekayasa rancangan berkewarganegaraan Jerman.
Prinsip Model Rasional Model Rasional menyatakan bahwa:
- Para perancang berusaha untuk memaksimalkan rancangannya sesuai dengan tujuan dan batasan-batasan suatu produk.
- Proses perancangan adalah proses yang berdasarkan pada rencana yang telah dibuat.
- Proses desain hanya bisa dipahami sebagai proses yang dilaksanakan secara bertahap. Dasar dari model rasional adalah teori rasionalisme. Menurut teori rasionalisme, rancangan adalah hal yang dibuat oleh perancang dengan tujuan untuk mewujudkan rancangan tersebut menjadi informasi yang jelas dan dapat diukur.
Tahapan-tahapan proses perancangan dalam Model Rasional:
1. Pengarahan rancangan:
2. Analisis
3. Penelitian
4. Spesifikasi
5. Pemecahan masalah
6. Presentasi
7. Pengembangan rancangan
8. Pengujian
9. Implementasi
10. Evalusasi dan kesimpulan
11. Perancangan kembali
b. Model Aksi-Sentris
Model aksi sentris adalah bentuk kritik dari model rasional. Model aksi sentris menyatakan bahwa:
- Perancang menggunakan emosi dan imajinasi dalam membuat sebuah rancangan.
- Proses desain adala proses yang penuh improvisasi (tidak terpaku pada rencana yang saklek).
Model aksi sentris adalah model yang berdasarkan pada teori empiris dan metode Agile. Dalam model ini, perasaan dan imajinasi perancang lebih dihargai. Namun, layaknya model rasional, model aksi sentris juga menganggap bahwa rancangan adalah sekumpulan informasi dan pengetahuan seorang perancang.
Bedanya, model aksi sentris menyatakan bahwa pengetahuan dan informasi tersebut berasal dari sudut pandang perancang tersebut, bukan berasal dari keadaan yang dapat diukur dan diprediksi. Jadi, model aksi sentris lebih menekankan pada pola pemikiran dan profesionalisme perancang dibandingkan dengan kemampuan teknisnya.
2. Jenis-Jenis Perancangan
Berikut merupakan jenis-jenis perancangan.
1. Rancangan Produk
Tujuan dari rancangan produk adalah agar suatu produk dapat memiliki daya guna bagi konsumen. Perancang produk biasanya seseorang yang mengetahui alur kecenderungan konsumen. Kemampuan daya guna suatu rancangan produk biasanya disajikan ke dalam tiga macam ilustrasi, yakni diagram resolusi rendah, flowchart, dan sistem antarmuka sederhana. Perancang produk harus memiliki skala prioritas yang tepat karena mereka tidak memiliki cukup waktu untuk mengeksekusi semua ide yang dimilikinya. Selain itu, perancang produk juga harus mengutamakan kepcntingan konsumen.
2. Rancangan Visual
Tujuan dari perancangan visual adalah memastikan suatu produk dapat memiliki daya tarik bagi konsumen dalam kaitannya dengan stimulasi panca indera. Rancangan visual adalah rancangan yang mengutamakan keindahan dan subjektifitas perancangnya. Tapi perancang visual akan membuat produk rancangannya menjadi produk yang mudah dikenali. Perancang visual berupaya agar produk tersebut memiliki bentuk visual yang menarik. Seorang perancang visual haruslah seseorang yang memperhatikan detail. Mereka juga harus memiliki kemampuan lebih dalam aspek keterampilan visual, sepertian animasi.